Bitcoin mengalami pergerakan cukup volatil menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada September 2025. Pada 17 September 2025, The Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, dari kisaran 4,00%-4,25% menjadi 3,75%-4,00%. Awalnya, keputusan ini sempat memicu reli singkat pada aset berisiko termasuk Bitcoin. Namun, harga Bitcoin segera terkoreksi sekitar 4,6% turun ke level sekitar $101.300 pasca komentar hawkish dari Ketua The Fed Jerome Powell.
Volatilitas Bitcoin dan Sensitivitas Pasar

Respons campuran pasar ini menggarisbawahi betapa sensitifnya Bitcoin terhadap komunikasi The Fed dan revisi perkiraan inflasi yang dinaikkan dari 2,1% menjadi 2,5%. Momen FOMC (Federal Open Market Committee) ini menjadi sangat penting karena investor kripto memandang keputusan suku bunga sebagai faktor utama penggerak harga jangka pendek hingga menengah.
Volume perdagangan Bitcoin melonjak hingga 50% pada hari sebelum dan sesudah FOMC, menunjukkan aktivitas pasar yang tinggi dan likuiditas besar. Sementara itu, open interest di pasar derivatif juga mengalami fluktuasi, dengan beberapa trader melakukan short squeeze dan likuidasi posisi panjang, semakin menambah volatilitas.
Kunci Teknis dan Support Level
Secara on-chain, Bitcoin saat ini diperdagangkan di atas biaya rata-rata 95% pasokan, sekitar $115.200. Level ini menjadi garis pertahanan penting untuk mempertahankan momentum harga. Jika harga bertahan di atas angka ini, maka ada potensi kelanjutan reli ke level resisten yang lebih tinggi.
Jika gagal bertahan, risiko penurunan lebih lanjut ke kisaran $105.500-$115.200 bisa terjadi, terutama jika tekanan jual kembali muncul akibat ketidakpastian ekonomi makro.
Dampak Makroekonomi Terhadap Bitcoin
Pengumuman The Fed yang disertai proyeksi inflasi yang lebih tinggi menciptakan ketegangan antara risiko stagflasi dan potensi pemangkasan suku bunga di masa mendatang. Walaupun suku bunga memang dipangkas, sentimen hawkish Powell yang mengingatkan bahwa inflasi masih menjadi ancaman menimbulkan ketidakpastian bagi pasar.
Menurut data historis, pelemahan dolar AS yang terjadi bersamaan dengan ekspansi supply uang berpotensi mendukung reli Bitcoin sebagai aset lindung nilai. Namun, tekanan inflasi yang masih tinggi dan potensi resesi global membuat Bitcoin dan aset kripto tetap rentan terhadap volatility tajam.
Aktivitas Institusional
Minat institusional terhadap Bitcoin terus meningkat, dengan produk ETF Bitcoin mencatat inflow $104 miliar hingga Mei 2025. Ini menegaskan peran Bitcoin sebagai aset makro yang mulai diakui dalam diversifikasi portofolio global, meskipun fluktuasi harga masih tersisa akibat sentimen pasar yang berubah-ubah.
Beberapa bank seperti Bank of America dan Goldman Sachs memproyeksikan setidaknya dua hingga tiga kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed untuk tahun 2025, yang berpotensi menjadi pendorong jangka menengah bagi Bitcoin.
Prediksi dan Saran Investor
Para analis memperingatkan adanya potensi “sell-the-news” setelah keputusan FOMC, terutama jika pemangkasan suku bunga hanya sebesar 25 basis poin seperti yang sudah diantisipasi pasar. Situasi ini bisa menyebabkan koreksi harga sementara sebelum tren bullish berlanjut.
Investor dan trader dianjurkan melakukan pemantauan ketat terhadap level support teknis dan berita makroekonomi. Manajemen risiko menjadi kunci penting untuk mengantisipasi volatilitas yang tinggi dan perubahan sentimen mendadak.
Kesimpulan
Pengumuman FOMC pada September 2025 membawa volatilitas signifikan pada harga Bitcoin. Walaupun terjadi koreksi harga setelah kebijakan suku bunga diumumkan, fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat dengan dukungan institusional dan tren makro yang menguntungkan. Luck365
Bitcoin diperdagangkan di atas biaya rata-rata mayoritas pasokan, memberi sinyal bahwa permintaan masih cukup kuat untuk menghindari penurunan besar. Namun, investor harus tetap waspada dan siap dengan strategi fleksibel karena pasar kripto tetap sangat sensitif terhadap kebijakan moneter dan kondisi ekonomi global. Kayasushica
