Nada hawkish dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyebabkan penurunan harga Bitcoin secara tajam karena beberapa alasan utama yang berkaitan dengan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter dan dampaknya pada likuiditas serta sentimen investor. Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan data dan analisis terbaru:
1. Ekspektasi Suku Bunga Tinggi dan Likuiditas Ketat

Nada hawkish berarti The Fed mengisyaratkan bahwa suku bunga akan tetap tinggi atau bahkan dinaikkan lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi. Pernyataan Powell yang menegaskan bahwa inflasi masih menjadi masalah dan pemangkasan suku bunga tidak akan dilakukan dalam waktu dekat membuat pasar memperkirakan likuiditas akan tetap ketat. Kondisi ini menyebabkan investor mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti Bitcoin dan beralih ke instrumen yang lebih aman, sehingga memicu tekanan jual dan penurunan harga Bitcoin ke level support yang lebih rendah, misalnya sekitar $92.000.
2. Penguatan Dolar AS dan Dampak pada Bitcoin
Nada hawkish juga biasanya memperkuat nilai dolar AS (DXY). Dolar yang menguat membuat Bitcoin, yang diperdagangkan dalam dolar, menjadi kurang menarik bagi investor global karena biaya relatif meningkat. Penguatan dolar ini mendorong investor keluar dari Bitcoin dan aset kripto lainnya, memperbesar tekanan jual dan mempercepat penurunan harga.
3. Ketidakpastian Regulasi dan Sentimen Negatif Pasar
Powell juga menegaskan bahwa regulasi aset kripto adalah domain Kongres, bukan The Fed, yang menimbulkan ketidakpastian regulasi lebih luas. Hal ini melemahkan narasi bahwa Bitcoin dapat menjadi aset cadangan strategis dan menimbulkan kekhawatiran investor terhadap masa depan regulasi kripto. Sentimen negatif ini memperkuat tekanan jual dan memperparah koreksi harga Bitcoin serta aset kripto utama lainnya seperti Ethereum dan Solana.
4. Reaksi Pasar terhadap Nada Hawkish Powell
Pasar kripto sangat sensitif terhadap sinyal hawkish Powell. Setelah pernyataan dengan hawkish, harga Bitcoin juga sering mengalami dalam koreksi tajam, misalnya penurunan yang lebih sekitar 6,5% dalam waktu singkat pada bulan Desember tahun 2024 setelah pernyataan dari Powell yang telah menolak dukungan dengan kepemilikan Bitcoin besar-besaran tersebut. Selain itu, setelah pengumuman The Fed mempertahankan suku bunga tinggi, harga Bitcoin juga mengalami tekanan jual dan koreksi sekitar 3-5%.
5. Volatilitas dan Ketidakpastian Ekonomi
Nada hawkish Powell menciptakan ketidakpastian ekonomi dan kekhawatiran pasar akan prospek inflasi yang masih tinggi dan kebijakan moneter yang ketat. Hal ini menyebabkan volatilitas tinggi di pasar kripto dan mendorong investor melakukan aksi jual untuk menghindari risiko kerugian lebih besar. Luck365
Kesimpulan
Nada hawkish berasal dari Jerome Powell telah menyebabkan dengan penurunan harga dalam Bitcoin secara tajam dan itu dikarenakan:
- Meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi dan likuiditas ketat yang menekan permintaan aset berisiko. Kayasushica
- Memperkuat dolar AS yang membuat Bitcoin kurang menarik secara relatif.
- Menimbulkan ketidakpastian regulasi yang memperlemah kepercayaan investor.
- Memicu sentimen negatif dan juga dengan aksi jual besar-besaran di pasar kripto tersebut.
- Meningkatkan volatilitas dan ketidakpastian ekonomi yang membuat investor berhati-hati.
Meskipun demikian, beberapa analis tetap optimis bahwa tren jangka panjang Bitcoin masih bullish, dan koreksi akibat nada hawkish Powell bisa menjadi peluang akumulasi bagi investor yang siap menghadapi volatilitas.
