Mike Novogratz, CEO Galaxy Digital, menjelaskan bahwa Bitcoin belum bisa menembus kembali ke level 100.000 dolar AS meskipun prospek crypto secara umum tetap positif, karena beberapa alasan struktural dan teknikal di pasar.
1. Level 100.000 kini jadi resistance, bukan support

Sebelumnya, area 100.000 dolar AS berfungsi sebagai support kuat yang menarik minat beli besar dari investor ritel maupun institusi. Banyak yang melakukan akumulasi di sekitar level itu, mengharapkan tren naik berlanjut. Namun, ketika harga turun menembus level tersebut, support itu berubah menjadi resistance. Artinya, setiap kali harga mendekati 100.000 dolar AS, justru muncul tekanan jual dari:
- Investor yang terjebak di atas 100.000 dolar AS dan ingin keluar impas.
- Trader yang memasang short di dekat level psikologis itu.
- Stop-loss dan likuidasi yang terpicu saat harga jatuh.
Karena itu, upaya reli ke kisaran 100.000 dolar AS selalu menghadapi hambatan jual tambahan, sehingga sulit untuk menembusnya secara meyakinkan.
2. Struktur pasar belum sepenuhnya pulih
Novogratz menekankan bahwa kegagalan menembus 100.000 dolar AS bukan berarti prospek jangka panjang crypto lemah, melainkan karena struktur pasar sendiri yang belum pulih sepenuhnya. Setelah koreksi tajam ke kisaran 80.000 dolar AS, terjadi:
- Likuidasi paksa posisi leverage besar.
- Stop-loss yang terpicu secara masif.
- Masuknya posisi short baru yang menambah tekanan jual.
Kondisi ini membuat pasar perlu waktu untuk menyerap kelebihan pasokan, menyesuaikan posisi leverage, dan membangun kembali kedalaman likuiditas sebelum bisa melanjutkan tren naik yang lebih kuat.
3. Pasar sedang konsolidasi sebelum reli besar berikutnya
Menurut Novogratz, pasar crypto kemungkinan akan bergerak sideways (konsolidasi) dalam jangka pendek sebelum reli besar berikutnya terbentuk. Faktor-faktor makro seperti potensi pemotongan suku bunga The Fed dan kejelasan regulasi crypto di AS memang mendukung aset digital, tetapi:
- Investor ritel cenderung kembali secara bertahap.
- Institusi biasanya menunggu momentum yang lebih jelas sebelum masuk besar-besaran.
- Pembangunan infrastruktur blockchain dan tokenisasi aset dunia nyata membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan pertumbuhan industri tidak selalu langsung tercermin di harga token.
Karena itu, fase konsolidasi dan volatilitas tinggi dinilai wajar sebagai bagian dari proses menuju reli berikutnya, bukan tanda bahwa tren bullish sudah berakhir.
4. Prospek jangka panjang tetap positif
Meskipun Bitcoin belum bisa menembus 100.000 dolar AS dalam waktu dekat, Novogratz tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang crypto. Ia melihat:
- Minat global terhadap infrastruktur blockchain terus meningkat, termasuk dari kawasan Timur Tengah.
- Perkembangan tokenisasi aset dunia nyata dan sistem keuangan digital berbasis blockchain sebagai fondasi penting untuk ekosistem keuangan masa depan.
- Potensi pemotongan suku bunga The Fed ke kisaran 2,5% yang dapat meningkatkan selera risiko dan mendukung aset digital. Kayasushica
Dengan kata lain, kegagalan menembus 100.000 dolar AS bukan karena fundamental crypto lemah, melainkan karena pasar sedang menyesuaikan struktur dan likuiditasnya sebelum melanjutkan tren naik yang lebih berkelanjutan. luck365
