Berikut adalah informasi lengkap mengenai pembelian dan kepemilikan Bitcoin oleh negara-negara di dunia pada tahun 2025, yang menunjukkan tren signifikan dalam penguasaan aset kripto strategis secara nasional:
Pemerintah sebagai Pemegang Bitcoin Strategis

- Berbeda dengan pandangan umum bahwa Bitcoin hanya dimiliki oleh individu atau perusahaan swasta, data 2025 menunjukkan sejumlah negara mulai mengakumulasi cadangan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan nasional mereka.
- Negara-negara ini memanfaatkan Bitcoin baik dari hasil penyitaan aset ilegal, kegiatan penambangan, maupun pembelian langsung di pasar terbuka.
Negara-negara Teratas Pemilik Bitcoin
- Amerika Serikat
- AS memimpin dengan kepemilikan sekitar 207.189 BTC senilai lebih dari US$20 miliar.
- Sebagian besar berasal dari aset yang disita dari kasus kriminal dan operasi pasar gelap, termasuk hasil penyitaan dari peretasan besar seperti Bitfinex (2016) dan Silk Road.
- Pemerintah AS juga membentuk “Strategic Bitcoin Reserve” untuk mengelola aset digital ini sebagai bagian dari kebijakan keuangan yang inovatif dan diversifikasi aset nasional.
- Tiongkok
- Meskipun melarang perdagangan dan penambangan kripto secara domestik, Tiongkok masih memiliki cadangan sekitar 194.000 BTC, yang diperoleh sebagian besar dari penyitaan kasus kejahatan seperti skema Ponzi PlusToken.
- Cadangan ini disimpan terpisah dan dikelola secara rahasia sebagai potensi aset strategis di masa depan.
- Inggris
- Inggris Raya memiliki cadangan Bitcoin sekitar 61.245 BTC, senilai miliaran dolar, yang sebagian besar diperoleh melalui penyitaan kasus penipuan dan pasar gelap.
- Kepemilikan ini menjadikan Inggris sebagai salah satu negara terbesar pemegang Bitcoin di kawasan Eropa.
- Bhutan
- Negara kecil di Himalaya ini secara aktif melakukan penambangan Bitcoin dengan sumber daya energi hidroelektrik melimpah.
- Bhutan mengumpulkan sekitar 13.000 BTC yang bernilai lebih dari US$1 miliar, menunjukkan pendekatan unik negara-negara berkembang dalam diversifikasi aset crypto.
- El Salvador
- Sebagai negara pertama yang mengesahkan Bitcoin sebagai alat pembayaran legal pada 2021, El Salvador terus membeli Bitcoin secara aktif dan memiliki sekitar 6.100 BTC.
- Kebijakan pemerintah El Salvador bertujuan memanfaatkan Bitcoin untuk diversifikasi ekonomi dan menarik investasi asing ke dalam negeri.
Negara Lain dengan Kepemilikan Signifikan
- Ukraina dengan cadangan lebih dari 46.000 BTC hasil donasi dari masyarakat global dan pemerintah.
- Korea Utara tercatat memiliki sekitar 13.500 BTC, hasil dari aktivitas peretasan dan kejahatan siber ternama yang dikelola oleh kelompok Lazarus.
- India dan beberapa negara Eropa lainnya juga mulai menyimpan sejumlah coin tersebut berasal dari penyitaan aset terkait kasus kejahatan siber dan scam kripto.
Dampak dan Implikasi
- Kepemilikan Bitcoin oleh negara-negara ini menandai fase baru dalam evolusi kripto sebagai alat penyimpan nilai dan instrumen strategis dalam geopolitik serta kebijakan finansial nasional.
- Hal ini meningkatkan kepercayaan terhadap coin tersebut dan aset digital sebagai bagian dari portofolio nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
- Strategi pembentukan cadangan digital ini memberi tekanan pada pasar global dan sering kali memengaruhi dinamika harga Bitcoin secara signifikan.
Prospek Masa Depan
- Sebagian besar negara diperkirakan akan meningkatkan cadangan Bitcoin dalam beberapa tahun mendatang, terutama negara-negara dengan kebijakan ekonomi terbuka terhadap teknologi blockchain dan aset digital. Luck365
- Pengelolaan aset digital yang transparan dan berbasis regulasi akan menjadi kunci untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi dan politik dari kepemilikan Bitcoin. Kayasushica
